Rabu, 16 Februari 2022

Rasa

 Zessyca Yasmin,

Aku menatap wanita yang berdiri berbaris di belakangku,

Dengan senyum tersipu malu kaupun membuat tembok hati runtuh.

Benang-benang takdir sedikit demi sedikit mulai merajut menjadi satu.

Tak terputuskan, tak terpisahkan.

Semua suka cita, membawa bahagia

Bersamamu, hitamku luruh.

Bersamamu, tawaku tulus.

Bersamamu, detik detik berhenti sejenak

Menikmati kebahagiaan yang fana namun tetap ada.

Bersamamu, aku...suka.

Tahun yang penuh tanya, tanpa seru koma titik pun tak ada.

Hanya tanya

Pantaskah aku denganmu

Pantaskah aku menjadi imammu saat sepertiga malam kita terbangun dan memanjatkan syukur kepada Tuhanku dan Tuhanmu. Allah kita

Di saat penghujung hari akal pikiran dan hatiku sudah saling setuju, memilih kamu.

Duka....

Duka....

Duka....

Aku berduka, kamu juga

Kita saling terjaga, dalam aliran semu yang tak kunjung menjadi nyata. 

Bertahan dalam cobaan, bertahan dalam cacian

Dari fajar ke senja, Dari senja ke malam

Sedikit waktu tapi penuh makna.

Benang-benang kusut, kini mulai ter urai.

Bagai pertanda, bahwa kita memang ditakdirkan bersama.

Harapan, dikala tatapan mata tak lagi ada

Harapan, dikala susah makin merajalela

Seperti yang dijanjikan Tuhanku kepadaku

"Sesungguhnya setelah kesulitan ada kemudahan"

"Dan sesungguhnya setelah kesulitan ada kemudahan"

Aku, Kamu sudah digariskan

Dengan Kuasa-Nya yang lebih dari semesta berkali-kali...berkali-kali...kemudian berkali-kali...

Kau isteriku, pendamping dunia dan surgaku...