Rabu, 13 Februari 2013

Sepucuk Surat untuk Sang Mentari

Menyinari dunia tanpa henti, memberi kehidupan pada khalayak
Tanpa imbalan, balasan berarti
Hanya memberi, kasih sayang tiada henti
Dari kecil hingga dewasaku ini
Kau tetap mentari yang dulu
Tak berubah seiring berjalannya waktu
Meski, kadang kau menyengat membakar kulit
Hingga tak ingin ku melihatmu lagi
Kini........
Ketika kau tertutup awan kelabu
Aku merindukanmu wahai mentariku
Melihatmu dari balik tirai kelabu
Tak dapat berjumpa denganmu
Datang, temui, jumpai aku
Bercengkrama, bicaralah denganku
Mentariku........Ayahku.........

Tidak ada komentar:

Posting Komentar