Kamis, 14 April 2022

Kenihilan yang Ada

Yang kepunyaanku tapi bukan milikku

Yang olehku tapi bukan dariku

Yang sebagianku tapi bukan bagianku

Yang manfaatku tapi bukan kegunaanku

Yang kubawa dan yang kutinggal

Yang kugenggam dan yang kulepas

Yang kuambil dan yang kuberi

Yang kubuat dan yang kurusak

Manusia lahir tanpa apa-apa

Manusia mati tanpa apa

Aku hanya perantara

Minggu, 10 April 2022

Aku yang Dia

Bahagiaku bersama bahagianya

Sukaku dalam sukanya

Inginku menjadi inginnya

Pelukku juga peluknya

Sedihku jangan untuknya

Sakitku hanya untukku

Susahku diam diam saja

Aku yang tertawa berselimutkan dia

Dia yang kubilang cantik,

sebanding dengan semesta

Petak tanah menjadi sabana

Bilik kamar seperti samudra

Dibawah atap tak bercahaya,

kita merasakan dunia yang makin menua

Bercerita, tentang yang akan

Sebagian saling meluka, berwujud nestapa

Bagian lain saling merasa, berujung menjiwa


Syair dari Semesta

Syair mana yang lebih baik dari kata tuhan

Aku mencoba meniru tuhan

Menyusun syair indah

Tersusun ayat demi ayat

Namun begitu anehnya

Manusia lebih percaya manusia

Disaat tuhan sudah mencetak syair-Nya

Manusia lebih suka manusia

Disaat tuhan penuh kasih sayang

Aku manusia yang mencoba meniru tuhannya

Aku manusia yang ingin tau apa itu semesta

Aku manusia yang akrab dengan gelap

Senin, 21 Maret 2022

Mereka Yang Berlindung Dibalik Jaman

Dia yang menyayat bukan dengan sembilu

Dia yang terbunuh namun tetap hidup

Yang melabeli generasi, tapi untuk di diskriminasi

Miris, bagi mereka yang sudah ta punya gigi

Maksud hati ingin tinggi, tapi takut tersaingi

Pengecut yang hanya bisa bersembunyi dibalik dalih

Yang baik dimaknai menjadi buruk, nyatanya yang mereka tau hanya abu-abu

Ilmu dikira tinggi, padahal sebatas mata kaki

Bilang berpengalaman, tapi masih ta tau beda lapik dengan sandal 

Bilang berwawasan, tapi pandangan sebatas 5 kali 6 meter persegi

Lebih baik duduk diam saja, daripada mencoba bijak dengan pikiran pembajak

Ceramah sana sini, berlenggang cari panggung

Panggung ta dapat, birit senggol kanan kiri

Kasian sekali, para orang ta tau diri yang ta bisa unjuk gigi....


Selasa, 08 Maret 2022

Element of

By the wind...
By the wind that blows through your hands
By the wind that kissed your face and make smile
By the wind that caress your hair and make pleasure

By the sun...
By the sun that makes you shines
By the sun make me feel warmer
By the sun in bright and lighten beatyfulness

By the love...
Is you...

Every me

The sun rises up and down, so the moon was
The wind blow, with the clouds and rain
The water could turn river into ocean
The fire are always burn, became an ashes
The land wider than it looks
The skies higher than ours dignity

By the old man that tell wisely
By the youngers that change
By the childern that play along
By the babies that cries

There is so much hate in love
And yet so much love in hate



Sang pencerah

 Bahwa manusia mendapatkan apa yang diusahakannya, Dan bahwa usaha itu akan diperlihatkan (Q.S 53 : 39-40)

: Saat berusaha meraih sesuatu kita akan mendapat sesuatu itu. Jika berusaha mendapat dunia maka dunia akan didapat. Jika berusaha mendapat surga maka itulah yang didapat. Jika berusaha kenal Allah dekat kepada-Nya, Tuhan semesta, Satu yang akbar, tiada tanding, maka ................ itulah yang didapat.

*........... dan ayat selanjutnya sungguh dengan sungguh, benar-benar dan terang-terangan suatu petunjuk bagi orang yang ingin dekat kepada-Nya

Senin, 07 Maret 2022

Pikiran yang melayang


Malam panjang untuk akal yang hampir hilang, namun akan kekal.
Ada suara menerbangkan angan.
Melayang-layang dalam fikiran.
Sebuah pertanyaan menyusup dalam kalbu.
Bukan tentang apa? Dimana? Dan kenapa?.
Siapa? Tapi penuh dengan siapa?.
Siapa yang mengajari bayi menangis?
Siapa yang mengajari bayi menyusu?
Lalu siapa yang mengajari burung-burung bersarang?
Siapa yang mengajari lebah untuk memilih bunga?
Tidak kah kita tersadar?
Bahwa dunia menyimpan banyak pertanyaan

Rabu, 16 Februari 2022

Rasa

 Zessyca Yasmin,

Aku menatap wanita yang berdiri berbaris di belakangku,

Dengan senyum tersipu malu kaupun membuat tembok hati runtuh.

Benang-benang takdir sedikit demi sedikit mulai merajut menjadi satu.

Tak terputuskan, tak terpisahkan.

Semua suka cita, membawa bahagia

Bersamamu, hitamku luruh.

Bersamamu, tawaku tulus.

Bersamamu, detik detik berhenti sejenak

Menikmati kebahagiaan yang fana namun tetap ada.

Bersamamu, aku...suka.

Tahun yang penuh tanya, tanpa seru koma titik pun tak ada.

Hanya tanya

Pantaskah aku denganmu

Pantaskah aku menjadi imammu saat sepertiga malam kita terbangun dan memanjatkan syukur kepada Tuhanku dan Tuhanmu. Allah kita

Di saat penghujung hari akal pikiran dan hatiku sudah saling setuju, memilih kamu.

Duka....

Duka....

Duka....

Aku berduka, kamu juga

Kita saling terjaga, dalam aliran semu yang tak kunjung menjadi nyata. 

Bertahan dalam cobaan, bertahan dalam cacian

Dari fajar ke senja, Dari senja ke malam

Sedikit waktu tapi penuh makna.

Benang-benang kusut, kini mulai ter urai.

Bagai pertanda, bahwa kita memang ditakdirkan bersama.

Harapan, dikala tatapan mata tak lagi ada

Harapan, dikala susah makin merajalela

Seperti yang dijanjikan Tuhanku kepadaku

"Sesungguhnya setelah kesulitan ada kemudahan"

"Dan sesungguhnya setelah kesulitan ada kemudahan"

Aku, Kamu sudah digariskan

Dengan Kuasa-Nya yang lebih dari semesta berkali-kali...berkali-kali...kemudian berkali-kali...

Kau isteriku, pendamping dunia dan surgaku...