Bahagiaku bersama bahagianya
Sukaku dalam sukanya
Inginku menjadi inginnya
Pelukku juga peluknya
Sedihku jangan untuknya
Sakitku hanya untukku
Susahku diam diam saja
Aku yang tertawa berselimutkan dia
Dia yang kubilang cantik,
sebanding dengan semesta
Petak tanah menjadi sabana
Bilik kamar seperti samudra
Dibawah atap tak bercahaya,
kita merasakan dunia yang makin menua
Bercerita, tentang yang akan
Sebagian saling meluka, berwujud nestapa
Bagian lain saling merasa, berujung menjiwa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar