Sabtu, 07 September 2013

petuah seorang janda

berbagi cerita, pengalaman, dan bahagia bersama
walaupun pertama tak terduga tapi sekarang baru terasa
bahwa teman adalah sosok yang penting untuk kita
sosok yang mampu membentuk diri kita
segala kebodohan, kenakalan, kebersamaan selalu ada
ada dan menghiasi hidup kita
coba bayangkan jika tak ada teman yang membantu
membantu melepas semua emosi yang ada
mungkin saat sedih kita tak begitu merasakan kehadiran teman
tapi saat kita bahagia itulah saat yang paling terasa
kita tidak tahu harus berbagi kebahagiaan dengan siapa
teman tempat kita berbagi
tempat kita mendapat inspirasi
jangan kita sia-sia kan teman
jangan kita kecewakan teman
dan jangan sampai kita kehilangan teman kita
seperti kata seorang janda cantik itu
"memiliki seribu teman tak cukup, kehilangan satu teman terlalu banyak"
ya, itulah petuah janda cantik yang selalu kuingat

Selasa, 03 September 2013

Teman...

Teman...
Begitu disebutnya...
Dikala susah dan senang selalu ada

Teman...
Dia yang berikan arah tujuan dikala bimbang
Dia yang menemani disaat mentari ditutup awan
Yang selalu ada ketika dunia menghunjam begitu keras
Yang selalu ada saat hati merintih perih

Senin, 02 September 2013

Menanti Hari Esok

Semua menyala bagai sinar mentari terbit di ufuk timur
Semua menggebu begitu semangat layak jenderal akan perang
Semua membuat terkejut seakan baru merasakan untuk pertama
Semua tak bisa menebak cerita yang telah lama dibuat

Untuk hari hari yang dipenuhi canda dan tawa
Untuk hari hari disaat antagonis belum ada dalam cerita
Untuk hari disaat semua dapat berdampingan
Untuk hari dimana masih ada jalan terang yang dilewati

Kamis, 29 Agustus 2013

Pemuda Perubah Bangsa

Mendengar celoteh seorang gila penuh kata paksa
Memikirakan negara yang tak kunjung benar
Tak bisa berbuat banyak memang selain kata kata
Di negeri sana juga tidak jauh berbeda
Tapi...
Apa yang membuat negeri itu menjadi lebih baik??
Sumber daya? Lingkungan? Kemakmuran? atau Kekayaan?
Bukan...

Minggu, 18 Agustus 2013

Tere Liye

“Saat senja datang,
Apakah Bumi yang pergi meninggalkan
Atau Matahari yang mengucapkan selamat tinggal?

Saat purnama tinggi,
Apakah Bumi yang menatap rindu
Atau Rembulan yang menatap kangen?

Saat hujan turun,
Apakah awan yang berlarian tak sabar
Atau Bumi yang menyambut riang?

Entahlah.

Saat dua sahabat lama bertemu
Siapa yang menunggu, siapa yang datang
Jika dua-duanya berpelukan erat

Saat dua musuh berperang
Siapa yang memulai, siapa yang mengakhiri
Jika dua-duanya sama-sama binasa

Pun, saat sebuah hubungan terputus
Siapa yang pergi, siapa yang ditinggal
Jika dua-duanya sama2 terluka

Entahlah.”

Minggu, 12 Mei 2013

Senandung Hujan

Mega mendung tutupi siang cerah
Seakan awan akan mengucurkan airmata
Membikin basah si bumi
Yang jadi ibu alam ini
Dengarkan nyanyian alam
Senandung hujan......
Berpaut dalam melody nan indah
Tak pusing suaranya terdengar
Tak jenuh melihat tarian hujan
Tak ada yang lebih menyenangkan dari rintik hujan
Gemuruh halilintar ikut memainkan nada
Saling beriringan
Senandung hujan.....
Tak lama tapi cukup membikin hati senang
Si matari muncul dari balik awan
Mengajak pelangi hiasi langit
Burung dan serangga melantunkan nada indah
Membikin sempurna
Senandung hujan.....

Dunia Manusia

Dunia......
Dunia dengan segala diskriminannya
Selalu begitu adanya, pembeda....
Seakan hidup tanpa yang lain
Hidup bersama kaum sendiri
Ah, Dunia manusia.....
Si kaya yang tak ingin berdamping dengan si miskin

Si cantik berlawanan, selalu dengan si buruk
Si pintar kerap mencela si bodoh
Membikin sakit dalam hati
Selalu saja, diskriminasi

Rabu, 13 Februari 2013

Sepucuk Surat untuk Sang Mentari

Menyinari dunia tanpa henti, memberi kehidupan pada khalayak
Tanpa imbalan, balasan berarti
Hanya memberi, kasih sayang tiada henti
Dari kecil hingga dewasaku ini
Kau tetap mentari yang dulu
Tak berubah seiring berjalannya waktu
Meski, kadang kau menyengat membakar kulit
Hingga tak ingin ku melihatmu lagi
Kini........
Ketika kau tertutup awan kelabu
Aku merindukanmu wahai mentariku
Melihatmu dari balik tirai kelabu
Tak dapat berjumpa denganmu
Datang, temui, jumpai aku
Bercengkrama, bicaralah denganku
Mentariku........Ayahku.........

Selasa, 08 Januari 2013

Raksasa Pencabut Kehidupan

Ketika ikan-ikan kecil di lautan menghilang
Ketika pohon tercabut dari akarnya
Ketika kaum perusak keluar dari sarangnya
Dan ketika keadaan sudah menyimpang

Sang gunung mulai bergoyang
Bumipun dengan keras berguncang
Sang matahari tak lagi melewati jalannya
Bulanpun keluar dari peredarannya

Siang berganti malam
Malam menjadi terang benderang
Hanya membuat manusia terdiam
Tersadar bahwa merekalah mahluk jalang

Tapi itu seribu tahun lagi
Saat tak ada batas negeri
Saat manusia tak punya malu lagi
Saat manusia tak mengenal Tuhannya sendiri